Terlebih hati kami (baca: Relawan Geodet Berbagi), terasa lebih senang dan penuh harap. Itu pertama kalinya kita menyambangi anak-anak jalanan kota Semarang. Disana kita mau membagi hati dan rasa bahagia kami. Dibantu oleh kakak-kakak dari komunitas Generasi Emas, Berbagi Nasi Semarang dan kawan jurusan Arsitek Undip.
Pukul 19.30 kita mulai kegiatan kami yang bertajuk Geodet Peduli Anak Jalanan (Geo-Panjal). 60 Relawan lebih bercengkerama dengan 20 lebih anak jalanan. Bernyanyi bersama, tertawa dan saling berbagi cerita. Mereka kita beri keterampilan menggambar, membuat perhiasan gelang manik-manik dan merangkai papper craft.
Hingga waktu menunjukkan pukul 9 malam. Sudah saatnya mereka pulang, karena tak semua anak jalanan adalah gelandangan. Mereka ada yang masih memiliki rumah di sekitar daerah gunung brintik, tak jauh dari tugu muda. Pertemuan itu kami tutup dengan menyanyikan lagu laskar pelangi yang dipopulerkan oleh Nidji.
“Menarilah dan terus tertawa. Walau dunia tak seindah surga. Bersyukurlah pada yang kuasa. Cinta kita didunia. Selamanya.”
Berbagi kasih sayang terhadap sesama umat manusia adalah indah
ReplyDelete