Seorang yang baik. Sewajarnya memang harus begitu, seiring
dengan bertambahnya umur. Berkembang,
naik kelas, meninggalkan masa remaja, meninggalkan zona nyaman, berpikir out of
the box, Man bukan lagi Boy. Ada perubahan ke arah yang lebih baik, kenapa tidak?
Dan baru-baru ini yang saya makin salut adalah semangatnya
untuk Geodet Berbagi. Sebuah gerakan atau komunitas buah pikir dari teman-teman
geodet tentang keresahan akan keadaan sekitar. Bukan hanya semangat, tapi dia
benar-benar terjun, menyelami dan tenggelam didalamnya. Kalau kata Anies
Baswedan, bukan sekedar urun angan, tapi real kita turun tangan.
Bermula dari diskusi kecil di warung makan waktu itu setelah
main ke panti asuhan. Komunitas ini berkembang pesat, kegiatan berbagi nasi
sudah menjadi agenda rutin hingga sekarang. Ditambah lagi minggu lalu kami
mendapat kesempatan selama sehari berbagi inspirasi dan kebahagiaan dengan
siswa-siswi SD Jabungan.
Lewat kegiatan berbagi ini, utamanya membuat kita lebih
peduli dengan lingkungan sekitar, lebih mensyukuri nikmat-Nya. Kami
melakukannya secara nyata, tidak terbatas di ide-ide berkepanjangan. Kami
memulai dari hal-hal sederhana seperti keliling Semarang, kemudian membagikan
bungkusan nasi ke mereka yang membutuhkan.
Bonusnya untuk mahasiswa tingkat akhir seperti saya adalah
bisa merasakan momen-momen kebersamaan dengan keluarga Geodesi 2010 yang
mungkin sebentar lagi bakal berpisah satu per satu. Momen kebersamaan yang
berkualitas dan bermanfaat, yang bukan lagi sekedar berakhir dengan joystick PES ditangan hingga larut
malam.
Percayalah berbagi gak bakal bikin kita merugi. Salam
berbagi :)
No comments:
Post a Comment